Psikolog UGM  Berbagi Tips Mengelola Emosi

61
Tidak semua emosi harus diekspresikan atau dilepaskan, tapi harus selektif dalam melepas dan menahan emosi. Foto: Instagram
Tidak semua emosi harus diekspresikan atau dilepaskan, tapi harus selektif dalam melepas dan menahan emosi. Foto: Instagram

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Emosi merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam diri manusia.

Namun tak jarang dalam keseharian kita sulit mengontrol emosi baik emosi positif maupun emosi negatif.

Meluapkan amarah yang meledak-ledak atau mengekspresikan kegembiraan secara berlebihan saat menghadapi sesuatu.

Psikolog UGM, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., MPsych., menyampaikan pentingnya bagi setiap orang untuk belajar mengelola atau meregulasi emosi agar bisa terekspresikan secara wajar dan sehat.

Baca juga: Ternyata Paparan Sinar Matahari Pengaruhi Suasana Hati

Mengekspresikan emosi dengan pas sehingga tidak menimbulkan efek buruk bagi diri sendiri dan orang lain.

“Emosi perlu dikelola, mengekspresikannya dengan sehat dan pas.”

“Tidak menahan-nahan namun juga tidak meledak-ledak,”terangnya, Kamis (14/4/2022).

mpuni memaparkan ada sejumlah strategi dalam mengekspresikan emosi.

Baca juga: Tidak Disukai Dosen, Mahasiswa Harus Berbuat Apa?

Salah satunya menaha atau menekan emosi, misalnya saat berduka menahan rasa duka karema tidak ingin terlihat lemah dan berduka dihadapan orang lain.

“Sebenarnya strategi ini kurang bagus karena kalau terlalu menahan akan berbahaya.

Ibarat botol yang diisi air soda dan ditutup rapat suatu saat akan meledak, begitu juga dengan emosi,” jelas Dosen Fakultas Psikologi UGM ini.

Ampuni mengatakan cara lain mengelola emosi adalah dengan merenung. Mengekspresikan emosi dalam bentuk diam dan menyendiri.

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Menentukan Topik Skripsi

Berikutnya, mengekspresikan emosi secara berlebihan atau agresif, misalnya, marah-marah dan berperilaku kasar serta merugikan orang lain.