Pengembangan Produk UMK dan Halal DIY bisa Optimal dengan Inovasi G2R Tetrapreneur

154

Kerja Sama

Pada kesempatan tersebut, GKR Mangkubumi menanggapi pertanyaan yang disampaikan oleh moderator yaitu bentuk kolaborasi HCY, Kadin, dan Forum CSR dengan Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur.

GKR Mangkubumi menyampaikan bahwasannya masih sangat dibutuhkannya kerja sama antara pemerintah daerah dan juga tim G2R Tetrapreneur untuk bersama-sama memberikan edukasi terkait makanan halal kepada pihak-pihak produsen (industri) dan konsumen (rumah tangga).

Dimana bukan hanya sekedar halal saja, namun juga produk yang bersih, sehat, dan aman dalam proses pengolahan makanan tersebut.

Disampaikan pula kemungkinan untuk inovasi kolaborasi G2R Tetrapreneur dengan pelaku usaha perempuan dalam G2R Tetrapreneur for Hers.

Bentuk kerja sama yang diharapkan nantinya dapat menghasilkan inovasi-inovasi yang dibutuhkan, terutama bagi kaum perempuan.

Misalkan, menurut GKR Mangkubumi, dalam memasarkan sebuah produk, kini tidak lagi membutuhkan banyak pameran atau sebagainya, karena dengan adanya teknologi yang canggih, pemasaran dapat disampaikan kepada masyarakat luas melalui media online.

Selain itu, dibutuhkan juga inovasi terkait packaging yang menarik, varian rasa, dan terlebih pada bagian bagaimana menciptakan sebuah produk makanan yang sehat dan aman.

“Untuk kebutuhannya, maka kita harus menyesuaikan. Dimana menyesuaikan dengan kondisi yang ada dan juga lokasinya karena kebutuhan yang ada di Gunungkidul belum tentu menjadi sebuah kebutuhan bagi daerah Bantul,” ungkap GKR Mangkubumi.

Baca juga: Eksis Berwirausaha di Masa Pandemi dengan Gotong Royong