Eksis Berwirausaha di Masa Pandemi dengan Gotong Royong

21
Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi menyampaikan paparannya pada webinar ‘Tetap Eksis Berwirausaha di Masa Pandemi’ bersama Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph,.D selaku moderator. Foto: G2R Tetrapreneur
Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi menyampaikan paparannya pada webinar ‘Tetap Eksis Berwirausaha di Masa Pandemi’ bersama Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph,.D selaku moderator. Foto: G2R Tetrapreneur

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sub Direktorat Pengembangan Karakter Mahasiswa, Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) Universias Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Webinar Kewirausahaan dengan tema ‘Tetap Eksis Berwirausaha di Masa Pandemi’ belum lama ini.

Webinar ini merupakan rangkaian dari kegiatan Festival Kewirausahaan 2021 dan terbuka untuk umum.

Ada tiga narasumber yang tampil dalam acara Webinar ini.

Pertama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menjadi keynote speaker.

Narasumber berikutnya adalah dr. Tirta Mandira Hudhi atau biasa disapa dengan dr. Tirta selaku influencer and entrepreneur sekaligus founder Shoes and Care, serta Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi sebagai Komisaris Utama PT Madubaru, Komisaris Utama PT Mataram Mitra Manunggal, dan Komisaris Utama PT Yogyakarta Tembakau Indonesia.

Sejalan dengan pemikiran Menko Airlangga, Founder, Konseptor, sekaligus Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur Rika Fatimah menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong bukan hanya bekerja bersama-sama namun merasuk (embedded) ke pemikiran baik dalam bidang sosial maupun ekonomi.

Model pemberdayaan masyarakat berbasis gotong royong, yaitu Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur.

Menurutnya, ‘when you doing the business in Indonesia, it’s not only needed a good product, tetapi kita perlu karakter’.

Model G2R Tetrapreneur membangun kolaborasi (silaturahim) dalam membuka rezeki (peluang dan tantangan) sehingga diharapkan rezeki yang telah diperoleh dapat dikembalikan lagi kepada masyarakat dan bukan merupakan cost atau biaya, namun investasi.

Berbicara tentang gotong royong sebagai penggerak di bidang ekonomi, terdapat empat karakter, antara lain inovasi kebaruan, memanusiakan manusia, pemberdayaan bukan sekadar memberikan perintah, dan hindari fake sustainability.

Sejalan dengan visi dan misi G2R Tetrapreneur, kunci utama dari keberhasilan suatu perekonomian salah satunya adalah manusia.

Visi G2R Tetrapreneur tidak semata-mata finance, melainkan segala hal yang berhubungan dengan kebaruan yang berkearifan lokal.

Diharapkan bahwa Indonesia mampu memimpin atau menjadi pusat kebaruan dengan masyarakat yang beradab.

“Hal tersebut sejalan dengan misi G2R Tetrapreneur yang memartabatkan manusia seutuhnya sebagai sumber intelektual yang takzim atas kekayaan alam dan budaya anugerah Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Esa, karena hakikat dari bisnis adalah saling memberikan kemanfaatan,” ungkap Rika Fatimah yang juga menjabat sebagai Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM.

Baca juga: HDCI Kulon Progo Gandeng G2R Tetrapreneur Geliatkan Ekonomi Gotong Royong