Songsong Indonesia Emas 2045, Prodi Doktor Ilmu Ketahanan Nasional UGM Gelar Webinar Nasional Peringatan Sumpah Pemuda

104
Mahasiswa S3 Prodi Doktor Ilmu Ketahanan Nasional UGM menyelenggarakan Webinar Nasional Peringatan Sumpah Pemuda Tahun 2021 dengan mengusung tema “Bangkitkan Literasi Digital Generasi Muda Untuk Indonesia Emas 2045.” Foto: UGM
Mahasiswa S3 Prodi Doktor Ilmu Ketahanan Nasional UGM menyelenggarakan Webinar Nasional Peringatan Sumpah Pemuda Tahun 2021 dengan mengusung tema “Bangkitkan Literasi Digital Generasi Muda Untuk Indonesia Emas 2045.” Foto: UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Menyongsong Indonesia Emas 2045, Program Studi Doktor Ilmu Ketahanan Nasional Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menggelar Webinar Nasional Peringatan Sumpah Pemuda pada akhir Oktober 2021 silam.

Mahasiswa S3 Prodi Doktor Ilmu Ketahanan Nasional UGM menyelenggarakan

Webinar Nasional Peringatan Sumpah Pemuda Tahun 2021 dengan mengusung tema “Bangkitkan Literasi Digital Generasi Muda Untuk Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan Webinar ini dilaksanakan dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan yang terkait dengan proses penyelenggaraan pemerintah dan kenegaraan agar mempunyai ketahanan nasional untuk menjamin kelangsungan dan eksistensi NKRI.

Tujuan diselenggarakannya Webinar ini untuk meningkatkan wawasan dan memantik tumbuhnya pemikiran kritis, kreatif, dan inovatif generasi muda sebagai tonggak pelaksana pembangunan menuju Indonesia Emas pada tahun 2045.

Menghadirkan tiga pembicara dengan latar belakang yang berbeda yaitu: Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia yang diwakili Asisten Operasi Satuan Siber TNI Kolonel Laut (E) Danto Yuliardi Wirawan, S.T., M.T., Dr. H. Emil E. Dardak, B. Bus., M.Sc. selaku Wakil Gubernur Jawa Timur, serta Citra Fatihah, S.H., yang merupakan Diplomat Muda Direktorat Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Luar Negeri RI.

Kegiatan ini sukses menampilkan peran dan pengaruh pemuda serta pemudi era milenial dalam memberikan sumbangsih kepada bangsa sesuai dengan profesi masing-masing.

Kolonel Laut (E) Danto Yuliardi Wirawan, S.T., M.T., yang membawakan materi bertemakan “Ancaman Perang Siber Terhadap Keutuhan Negara”, menyebutkan bahwa seiring dengan kemajuan teknologi akan membuat ancaman berkembang melahirkan ancaman baru yang berbeda dengan ancaman konvensional (ancaman hibrida).

Ancaman hibrida lahir dalam era globalisasi ini sebagai bentuk kombinasi ancaman fisik dan nonfisik, bahkan ancaman ini pun telah masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan.

“Teknologi bak pisau bermata dua, di satu sisi dapat membantu dalam kemajuan bangsa namun di sisi lainnya menimbulkan sebuah ancaman baru”, ungkap Kolonel Laut (E) Danto Yuliardi dalam paparannya.

Kolonel Danto juga menyebutkan bahwa pemuda yang erat kaitannya dalam penggunaan teknologi harus lebih memperhatikan keamanannya karena hakikat pertahanan Indonesia merupakan pertahanan semesta yang melibatkan segala komponen dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Baca juga: G2R Tetrapreneur Berdayakan Ekonomi dan Mengedukasi Masyarakat