Dukung Pemulihan Ekonomi, Kemenlu RI Garap Pasar Eropa Tengah dan Timur

53

Baca juga: KAGAMA Pertanian Kumpulkan Dana Abadi Ratusan Juta Rupiah untuk Beasiswa Pendidikan

Namun, kata Ngurah Swajaya, pertumbuhan ekonomi mulai pulih pada pertengahan tahun 2021.

Hal tersebut sejalan dengan penanganan Covid-19 yang semakin baik dengan pelaksanaan vaksinasi massal.

Dalam kaitan ini, Kemlu RI memanfaatkan momentum geliat pertumbuhan ekonomi dengan mempertemukan pebisnis Indonesia dengan rekan mereka di 20 negara Eropa Tengah dan Timur secara daring melalui platform digital INA-ACCESS.

“Kawasan Eropa Tengah dan Timur merupakan pasar non tradisional dan memiliki potensi kerja sama besar yang perlu kita optimalkan,” tambah Ngurah.

Menurut Ngurah, kerja sama perdagangan Indonesia dengan 20 negara di kawasan Eropa Tengah dan Timur cenderung meningkat tahun 2021.

Ngurah menjelaskan, dibandingkan periode yang sama tahun 2021, pada periode Januari-Juli 2021 nilai perdagangan Indonesia dengan 20 negara di kawasan Eropa Tengah dan Timur mengalami kenaikan sebesar 25 persen, menjadi USD 4,3 miliar, dengan surplus perdagangan bagi Indonesia.

“Mitra dagang terbesar Indonesia adalah Rusia, Turki, dan Polandia. Sementara itu, kawasan Eropa Tengah and Timur yang juga menjadi anggota Uni Eropa saat ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi.”

Baca juga: Upaya PTPN Wujudkan Kemandirian Industri Gula Nasional, dari Persoalan Bibit hingga Kesejahteraan Petani

“Hal ini tidak hanya menjadi potensi pasar bagi Indonesia, namun juga sumber investasi ke Indonesia,” jelas Ngurah.

Ngurah memaparkan, ekspor Indonesia ke kawasan sebesar USD 2,8 miliar, naik lebih dari 52 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

Ekspor terbesar Indonesia ke Rusia, Turki, dan Polandia dan produk-produk ekspor unggulannya antara lain produk elektronik dan komponennya, minyak sawit, produk perikanan, kopi, alas kaki, furnitur, dan karet.

“Platform digital INA-ACCESS (ina-access.com) dikembangkan sebagai sarana menjembatani interaksi bisnis yang efisien, utamanya di masa pandemi, di saat sebagian besar perjalanan bisnis masih belum dapat dilaksanakan.”

“Pameran produk secara virtual atau melalui katalog elektronik ini disediakan bagi pengusaha manca negara, khususnya kawasan Eropa dan Amerika,” jelasnya.

Platform digital ini, kata Ngurah, menampilkan showcase produk ekspor diisi oleh sekitar 760 perusahaan dengan 4000 jenis produk ekspor potensial, dan 60 persen dari perusahaan tersebut adalah pelaku usaha UMKM.

Selain itu, platform memiliki 727 visitor yang memiliki perhatian terhadap sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata.

Baca juga: Peringati Hari Telur Dunia, KAGAMA Sumsel Bagikan Telur 2.28 Ton kepada Anak-Anak Sekolah

Platform digital ini menampilkan showcase produk ekspor diisi oleh sekitar 760 perusahaan dengan 4000 jenis produk ekspor potensial, dan 60 persen dari perusahaan tersebut adalah pelaku usaha UMKM.

Selain itu, tercatat 727 visitor dari berbagai kalangan yang telah bergabung dalam platform dan memiliki perhatian terhadap sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata.

“Platform ini juga menampilkan potensi investasi dengan menampilkan ready to invest projects yang dikurasi oleh Kementerian Investasi dan Bank Indonesia.”

“Secara langsung dapat diakses secara daring dan menghubungkan pengusaha di dalam jejaring pertemuan virtual dengan fasilitasi Kemenlu dan Perwakilan RI di negara Eropa Tengah dan Timur.”

“Silahkan para pelaku usaha Indonesia, termasuk UMKM untuk bergabung dengan platform INA-ACCESS ini secara gratis untuk mempomosikan produknya serta berkomunikasi dan menjalin kerja sama bisnis dengan mitranya dari luar negeri,” jelas Ngurah.

Ngurah menjelaskan, Eropa Tengah dan Timur merupakan kawasan dengan tingkat ekonomi dan pendapatan per kapita yang tinggi.

Dua puluh negara di kawasan ini adalah Albania, Armenia, Belarus, Bosnia & Herzegovina, Bulgaria, Ceko, Georgia, Hongaria, Kroasia, Makedonia Utara, Moldova, Montenegro, Polandia, Romania, Rusia, Serbia, Slowakia, Slovenia, Turki, dan Ukraina.

“Selain jumlah penduduk yang besar, mencapai sekitar 408 juta jiwa, negara-negara ini juga tergabung ke dalam organisasi seperti G-20, Uni Eropa, Visegrad, Eurasian Economic Union (EAEU), dan Central European Free Trade Agreement (CEFTA),” imbuhnya. (Th)

Baca juga: Sang Pengagas Ekonomi Pancasila Berasal dari Kampus Kerakyatan