Upaya PTPN Wujudkan Kemandirian Industri Gula Nasional, dari Persoalan Bibit hingga Kesejahteraan Petani

90
Direktur Utama PTPN III (Persero) Dr. Mohammad Abdul Ghani mengatakan bahwa Indonesia pernah menjadi produsen gula terbesar kedua di dunia. Foto: Ist
Direktur Utama PTPN III (Persero) Dr. Mohammad Abdul Ghani mengatakan bahwa Indonesia pernah menjadi produsen gula terbesar kedua di dunia. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Direktur Utama PTPN III (Persero) Dr. Mohammad Abdul Ghani mengatakan bahwa Indonesia pernah menjadi produsen gula terbesar kedua di dunia.

Tetapi, saat ini kondisinya sudah berubah. Produktivitas gula Indonesia mengalami penurunan.

Demikian Ghani sampaikan dalam webinar bertajuk “Problematika Kebijakan dan Revitalisasi Industri Gula Nasional.”

Webinar tersebut digelar Pusat Kajian Kebijakan Pertanian (PAKTA) pada Kamis (23/9/2021).

Ghani menjelaskan, sejak 1970-an, Indonesia menjadi negara pengimpor gula.

Baca juga: Peringati Hari Telur Dunia, KAGAMA Sumsel Bagikan Telur 2.28 Ton kepada Anak-Anak Sekolah

Tidak seperti tahun sebelumnya yang menjadi negara eksportir gula.

“Di era tahun 1930-an, Indonesia yang dahulunya bernama Hindia Belanda pernah menjadi eksportir gula terbesar kedua di dunia setelah Kuba.”

“Saat itu, produksi gula mencapai 2,9 juta ton per tahun dengan luas area perkebunan tebu mencapai 196 ribu hektare.”

“Namun, 90 tahun kemudian di tahun 2020 dengan luas area lebih dari dua kali lipatnya, produksi gula hanya mencapai 2,5 juta ton,” jelas lulusan Magister Sains Fakultas Pertanian UGM pada tahun 2008 ini.

Ghani menjelaskan, penurunan produktivitas tersebut akhirnya diakali dengan penggabungan seluruh pabrik gula lewat holding company.

Baca juga: Sang Pengagas Ekonomi Pancasila Berasal dari Kampus Kerakyatan