Merintis UGM di Republik yang Belia, Nostalgia Pembangunan Kampus Perjuangan

136
Segala sesuatu mengenai pembangunan komplek UGM menjadi sorotan banyak media di awal tahun 50-an. Foto: Ist
Segala sesuatu mengenai pembangunan komplek UGM menjadi sorotan banyak media di awal tahun 50-an. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – UGM dikenal sebagai kapus perjuangan, salah satunya karena pada saat berdiri, beriringan dengan masa-masa awal berdirinya Republik Indonesia.

Berdirinya UGM sebagai perguruan tinggi pertama yang didirikan pemerintah Indonesia kala itu begitu banyak menarik perhatian.

Segala sesuatu mengenai pembangunan komplek UGM menjadi sorotan banyak media di awal tahun 50-an.

Salah satu yang paling diingat hari ini adalah momen bersejarah dibanggunya gedung pusat UGM.

Baca juga: KAGAMA NTB Serahkan Bantuan untuk Keluarga Pasien Covid-19 di RS Patut Patuh Pacu Lombok Barat

Dalam artikel majalah Gadjah Mada terbitan bulan Desember 1953, terdapat ulasan mengenai perjalanan berdirinya gedung pertama di UGM.

Di sebutkan bahwa Ir. Soekarno selaku presiden Indonesia pertama menjadi peletak batu pertama pada 19 Desember 1951, tepat dua tahun setelah UGM berdiri.

Tanggal tersebut menjadi penanda mulainya usaha pemindahan UGM ke area Bulaksumur yang sebelumnya terpencar-pencar di beberapa wilayah kota Yogyakarta dan komplek Kraton.

Namun, saat itu banyak mahasiswa UGM yang jumlahnya berkisar 6.000 orang merasa resah.

Baca juga: KAGAMA Karanganyar Salurkan Bantuan Peti Mati untuk RSUD Karanganyar