Ari Dwipayana: Vaksinasi Harus Inklusif, Bisa Diakses Semua

98
Seluruh elemen bangsa, termasuk alumni UGM atau KAGAMA harus membantu Pemerintah dalam percepatan vaksinasi. Foto: DPP UGM
Seluruh elemen bangsa, termasuk alumni UGM atau KAGAMA harus membantu Pemerintah dalam percepatan vaksinasi. Foto: DPP UGM

KAGAMA.CO, JAKARTA – Kecepatan vaksinasi adalah game changer dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Karena itu, seluruh elemen bangsa, termasuk alumni UGM atau KAGAMA harus membantu Pemerintah dalam percepatan vaksinasi.

Sehingga vaksinasi bisa diakses oleh semua warga masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PP KAGAMA AAGN Ari Dwipayana dalam Webinar “Vaksin untuk Disabilitas, Menyediakan Akses Inklusif untuk Semua.”

Acara tersebut diselenggarakan PP Kagama bersama Center for Tropical Medicine UGM, pada Jumat, 1 Juli 2021.

Baca juga: Sekjen KAGAMA: Desentralisasi Harus Mampu Menyemarakkan Demokrasi dan Menumbuhkan Ekonomi Daerah

Ari yang juga Koordinator Staf Khusus Presiden RI, juga menyampaikan bahwa saat ini berbagai negara sedang berlomba-lomba untuk mendapatkan vaksin.

Terbatasnya negara produsen vaksin serta tingginya permintaan vaksin, membuat vaksin menjadi rebutan.

Karena itu, Pemerintah telah menempuh berbagai cara untuk mendapatkan vaksin, baik melalui pendekatan multilateral maupun bilateral.

Selain itu, Pemerintah juga terus mengembangkan program vaksin nasional, yang disebut vaksin merah putih.

Untuk mencapai herd immunity, maka Indonesia membutuhkan vaksin yang tidak sedikit.

Setidaknya, vaksinasi harus bisa menjangkau 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Itu artinya Pemerintah harus bekerja extra ordinary untuk memastikan ketersediaan vaksin sehingga mampu diakses oleh semua warga masyarakat Indonesia.

Baca juga: Inovasi yang Agung Terapkan di WIKA Berkat Nilai-nilai yang Diperoleh dari ‘Kampus Ndeso’