Maju dengan Pertanian Terpadu

105
Pendapatan petani secara konvensional itu masih kurang, sehingga mina padi menjadi solusi. Foto: Bisa
Pendapatan petani secara konvensional itu masih kurang, sehingga mina padi menjadi solusi. Foto: Bisa

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Pertanian Terpadu adalah keterpaduan dalam proses bertani agar terdapat peningkatan efisiensi dan produktivitas lahan.

Sehingga kemandirian petani terwujud, kesejahteraan petani pun tercapai.

Namun demikian, sistem ini tidak sampai di situ saja, konsep ini harus berlanjut.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, Dr. Ir. Taryono, M.Sc.

Baca juga:Pancasila dan Dinamika Ideologi | oleh Achmad Charris Zubair

Hal tersebut ia sampaika dalam Bincang Desa #23 yang digelar secara daring pada Sabtu (29/5/2021) dan diikuti sebanyak 363 Sobat Desa

Untuk diketahui, Bincang Desa kali ini bertepatan dengan setahun acara ini berlangsung.

Selain Taryono, hadir juga sebagai narasumber yaitu M.Qomarudin Najni, Inisiator Sekolah Tani Muda (Sekti Muda), dan Ricky Wachid Syam, Sekretaris Pokdakan Mina Muda Samberembe.

Senada dengan Taryono, Najni mengungkapakn bahwa sistem pertanian terpadu banyak disebut ada keterpaduan antara pertanian, peternakan, dan perikanan.

Baca juga: Kagama Papua Barat Dukung Pembangunan Gedung Sekretariat Ikatan Keluarga Sunda, Jawa dan Madura di Kota Sorong