Cerita dari Prof. Sutiman, Kuliah di Jurusan Tak Populer Hingga Merintis Fakultas Baru

581

Baca juga: Pengabdian Masyarakat Kagama Buah dan Hortikultura untuk Tingkatkan Perekonomian Candimulyo

“Di waktu lain, saya sempatkan untuk mendaki gunung dengan teman-teman,” ujarnya.

Setelah menyandang gelar sarjana, Sutiman sempat bingung mencari pekerjaan.

Akhirnya dia menerima tawaran dari temannya untuk bekerja di sebuah perusahaan logistik pangan dan perusahaan di bidang perkebunan.

Namun, pada akhirnya passion Sutiman berlabuh di dunia akademik.

Setelah mengeksplorasi pengalaman di dunia bisnis, Sutiman kemudian mulai menekuni kariernya sebagai dosen Universitas Brawaijaya (UB) pada 1980.

“Fakultas MIPA saat itu sedang dirintis, jadi saya tertantang menjadi dosen di sana.”

“Ketika itu, dosen masih minim, saya membuka kesempatan bagi siapapun yang ingin menjadi dosen di FMIPA, tetapi tidak ada yang mendaftar,” jelas pria asal Yogyakarta itu.

Baca juga: Ekan Berbagi Rezeki Saat Pandemi Melalui Dapur Nyawiji

Sutiman kemudian berinisiatif kembali ke UGM. Di sana, Sutiman menjaring calon-calon dosen untuk ikut mengembangkan FMIPA UB.

Dirinya lantas ikut menyeleksi para alumnus UGM yang mendaftar untuk menjadi dosen di kampusnya.

“Alhamdulliah, waktu itu banyak yang mendaftar puluhan orang. Sekarang mereka sudah senior, sudah ada yang guru besar juga.”

“Sejak saat itu, saya menikmati dan senang dengan profesi ini, apalagi kalau banyak mahasiswa yang bisa punya prestasi lebih banyak dari saya,” ujar dosen lulusan Nagoya University, Jepang ini.

Perjuangan Sutiman tak berhenti di situ, dia tertantang untuk mengembangkan fakultas lain, mengingat FMIPA sesungguhnya memiliki peran penting untuk pengembangan ilmu lain.

Bersama dengan timnya, Sutiman ikut mengembangkan laboratorium-laboratorium di UB.

Terutama laboratorium Biologi Molekuler di Fakultas Kedokteran, Fakultas Peternakan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, dan Fakultas Pertanian, termasuk program pascasarjananya.

Besar harapan Sutiman agar Fakultas Biologi UGM memiliki peran yang siginifikan di dalam kampus untuk memajukan UGM secara menyeluruh.

“Karena Biologi itu sangat penting untuk menginisiasi studi-studi baru.”

“Dulu Biologi itu melahirkan banyak fakultas di bidang sains.”

“UGM masih menjadi kampus terbaik di Indonesia, saya kira masih perlu ditingkatkan lagi sampai ke tingkat Asia,” pungkasnya. (Kn/-Th)

Baca juga: Dirut BPJS Kesehatan Alumnus UGM Dipilih sebagai Ketua Asosiasi Lembaga Jaminan Sosial Dunia