Prof. Edy Suandi Hamid: Puasa Bisa Jadi Momentum Pemulihan Ekonomi

296
Menurut Prof. Edy Suandi Hamid, bulan puasa bisa menjadi momentum pemulihan ekonomi. Foto: Ist
Menurut Prof. Edy Suandi Hamid, bulan puasa bisa menjadi momentum pemulihan ekonomi. Foto: Ist

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Bulan Ramadan bisa dijadikan momentum pemulihan ekonomi.

Pasalnya, menurut data empirik setiap Ramadan, termasuk saat terjadi krisis ekonomi 1997/1998, tetap terjadi peningkatan permintaan konsumsi masyarakat.

Ini akan mendukung ekspansi dan pertumbuhan ekonomi.

Demikian disampaikan oleh Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) dan Pengamat Ekonomi Syari’ah.

Edy menyampaikannya dalam Webinar Kajian Ramadhan 1 yang terselenggara atas kerjasama Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (KAFEGAMA), KAFEGAMA DIY, Bank Indonesia (BI), dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) DIY, Sabtu (17/4/2021) melalui aplikasi zoom.

Baca juga: Ki Agus Cahyono: Tidak Mencantumkan Pancasila, PP Nomor 57 Tahun 2021 Perlu Direvisi

Acara virtual itu digelar dengan tema Ramadhan dan Pemulihan Ekonomi.

Narasumber yang dihadirkan yakni Perry Warjiyo, Ph.D Gubernur BI dan Ir. Adiwarman Azwar Karim, SE., MBA., MAEP yang merupakan Pakar Ekonomi Syariah.

Menurut Edy, dorongan kenaikan permintaan itu terjadi karena pada saat Ramadan spirit beribadah tinggi.

Sehingga mereka yang berpunya mengalokasikan zakat, infak, dan sedekahnya bagi kaum duafa, mustadafin, atau orang miskin yang jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 27 juta sebagai akibat Covid-19.

“Ini merupakan transfer dari si kaya ke si miskin, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, karena kaum miskin cenderung membelanjakan untuk kebutuhan pokok, dan itu buatan dalam negeri,” ujar alumnus Fakultas Ekonomi UGM ini.

Baca juga: Anwar Sanusi: Perpustakaan adalah Penjaga Peradaban