Perjuangan Polisi Dewa Nyoman Oka, Sumber Inspirasi Bupati Kubu Raya

732

Baca juga: Produk Merchandise Kafegama DIY Diluncurkan, Hasil Penjualan untuk Kegiatan Sosial

Nyoman Oka bersama pasukan yang dipimpin Letnan Kolonel Soeharto dan dibantu pemuda setempat berhasil melumpuhkan puluhan tentara Jepang.

Beberapa tentara Jepang yang masih selamat memilih mundur. Gudang senjata yang ada di Kotabaru pun berhasil direbut.

Namun demikian, tiada perjuangan tanpa pengorbanan. Dalam pertempuran yang belakangan disebut Serbuan Kotabaru itu, 21 pahlawan gugur.

Termasuk polisi I Dewa Nyoman Oka, yang merupakan kakek dari Bupati Muda Mahendrawan.

Menurut Bupati Muda, kakeknya itu meninggal dalam usia yang masih hijau, sekitar 30-an tahun.

Baca juga: Cerita Gede Mantrayasa, Bangun Kebun Berdaya sebagai Sumber Pangan dan Ruang Kreatif Masyarakat

Nama I Dewa Nyoman Oka kini diabadikan dalam sebuah ruas jalan di Kotabaru.

Kematian memang sudah suratan, tetapi meninggal dalam perjuangan adalah sebuah kebanggaan. Lebih-lebih berjuang untuk kehidupan rakyat.

Hal inilah yang dirasakan Bupati Muda setiap kali mengunjungi makam sang kakek dan makam Jenderal Soedirman di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara, Umbulharjo.

Dirinya bak mendapat energi perjuangan, keberanian, dan tekad besar.

“Saya berani bilang tadi bahwa saya coba menembus ruang, memahami kondisi saat itu dari cerita-cerita yang ada,” tutur Bupati Muda.

Baca juga: Alumni Psikologi UGM Angkatan ’83 Luncurkan Buku Perjalanan Hidup Satu Angkatan

“Bahwa itulah namanya mengambil peluang. Mengambil peluang saat dimana justru itulah paling benar-benar, momentum yang mungkin dilihat. Walaupun bukan tugas dia.”

“Bukan tanggung jawab dia malam itu, tapi dia merasa bertanggung jawab. Itu bedanya tugas dan tanggung jawab,” terang pria tiga anak ini.

Semangat mengambil tanggung jawab secara total yang dimiliki sang kakek menjadi inspirasi bagi Bupati Muda.

Apalagi tanggung jawab tersebut bersangkutan dengan kepentingan orang banyak.

Karena itu, Bupati Muda yakin bahwa sang kakek meninggal dalam keadaan bahagia.

“Dewa Nyoman Oka dan semuanya pasti bahagia. Biarpun harus direnggut nyawa tapi bahagia. Makanya kita yakin, surga mereka terjamin.”

“Karena semuanya demi pikiran totalitas kepada menyelamatkan generasi,” pungkas Bupati Muda. (Th)

Baca juga: KAGAMA Sulbar Gotong Royong Galang Donasi untuk Korban Gempa Bumi di Mamuju dan Majene