Magetan Telah Berusia 345 Tahun, Bupati Pertamanya adalah Kepala Pelabuhan Semarang

1572

Baca juga: Launching Canthelan Keempat KAGAMA Bengkulu, Rohidin Mersyah Sampaikan Pesan Motivasi

Raden Rahmat kelak menjadi raja kelima Kesultanan Mataram dengan gelar Sinuwun Amangkurat Amral.

Adapun Ki Ageng Mageti punya putri bernama Sedah Mirah Windari. Kata Purwadi, Sedah Mirah adalah sosok wanita wani mranata.

Selain cantik, sang putri terkenal pintar, cekatan, ramah, dan berbudi luhur.

Sedah Mirah akhirnya dinikahkan ayahnya dengan Kepala Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Tumenggung Basah Suryoningrat (Basah Gondokusumo).

Pernikahan ini terjadi berkat Perdana Menteri Mataram kala itu, Patih Nrangkusumo.

Baca juga: Teten Masduki di KIB XV: UMKM adalah Critical Engine untuk Menggerakkan Ekonomi

Nrangkusumo, yang berasal dari Njelok Bulukerto Mondrogiri, bersahabat dengan Basah Gondokusumo dan Ki Ageng Mageti.

Karena itu, dia menyarankan KI Ageng Mageti untuk menikahkan Sedah Mirah dengan Basah Suryoningrat.

“Upacara pernikahan Sedah Mirah Windari dengan Raden Mas Basah Gondokusumo berlangsung tanggal 16 Juli 1672,” kata Purwadi.

Pesta pernikahan berlangsung tiga hari tiga malam dengan pentas seni reog pada siang hari dan seni wayang purwa pada malam hari.

Sinuwun Amangkurat Tegal Arum pun menjadi saksi pernikahan keduanya beserta beberapa bupati yang hadir. Seperti dari Pati, Jepara, Tegal, dan Madiun.

Baca juga: Menko Airlangga Berharap Anggaran PEN Bisa Terserap 100 Persen di Akhir Tahun 2020