Pakar Transportasi Alumnus UGM: Desa Selalu Jadi Penyelamat Kehidupan Kota

334

Baca juga: Jadi Kekuatan Ekonomi, Budi Karya Sebut Potensi Desa Harus Terus Digali

Hal ini membuat produk hanya bisa dipindah melalui tenaga manusia yang terbatas dan produktivitasnya tak mampu dipacu.

“Lalu, desa juga kurang mendapat perhatian dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN),” ujar Darma.

“Budaya komunalitas di desa masih tinggi. Sehingga, semua aktivitas tidak bisa murni ekonomi,” terang Direktur Studi Transportasi tersebut.

Darma menyayangkan RPJMN 2014-2019 dan RPJMN 2020-2024 karena tidak memasukkan desa sebagai salah satu cakupan pembangunan infrastruktur.

Dia berharap RPJMN terbaru dapat direvisi mumpung baru satu tahun berjalan. Sebab, sebagai penyelamat kehidupan kota, desa butuh jaringan transportasi yang baik.

Baca juga: Bantu Mitigasi Ekonomi Warga, Pasardesa.id Besutan Lurah Panggungharjo Raih Pendapatan Rp1,6 Miliar

“Transportasi pedesaan perlu memperoleh perhatian,” tutur Darma, yang lahir di Gunungkidul.

Darma juga memberi kritik karena subsidi angkutan umum belum menyasar pedesaan.

Subsidi baru diperuntukkan pada angkutan bus perintis, angkutan umum perkotaan, dan angkutan umum di kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN).

Menurutnya, tanpa ada subsidi, angkutan umum baik di pedesaan maupun perkotaan tidak akan jalan.

Dalam penjelajahannya ke lebih dari 300 kabupaten dan kota di Indonesia, Darma menemukan satu fakta yang sama.

Baca juga: Bambang Laresolo: Teh Indonesia Harus Bisa Mengekor Kesuksesan Kopi