Terobosan Ketua KAGAMA Kediri tentang Permasalahan Hunian Keluarga

503

Baca juga: Upaya Bupati Seno Samodro dalam Mendukung Petani Boyolali Selama Pandemi Covid-19

Sebagai pilot project, mereka pun membangun Perumnas KAGAMA di Karanganyar, Jawa Tengah.

Tahapannya saat ini sampai pada perizinan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah). Dari 87 hektar lahan rencana pembangunan, 16,7 hektar diantaranya sudah berhasil dikantongi izinnya.

“Besar Harapan kami Pak Gubernur Jateng (Ganjar Pranowo) selaku Ketua Umum KAGAMA dan Pak Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Basuki Hadimuljono) selaku alumni UGM bisa membantu kami.”

“Yakni dalam mewujudkan terobosan paradigma baru perumahan sederhana. Konsep Perumnas KAGAMA ini adalah perumahan dengan konsep agrotourism.”

“Yang terdiri dari klaster-klaster, ASN, TNI/POLRI, BPJS/UMUM, dan lain-lain,” terang Mustaqim, alumnus Fakultas Peternakan UGM.

Baca juga: Ganjar Pranowo: Krisis Pangan Masyarakat Bisa Dibereskan KAGAMA Melalui Gerakan Canthelan

Kata Mustaqim, pembangunan Perumnas KAGAMA melibatkan alih teknologi dan investasi dari luar negeri.

Salah satunya dari Amerika Serikat yang menjadi partner. Adalah perusahaan Aaspac yang pada 3 Agustus lalu menandatangani MoU pengembangan properti dengan PT Qim Griya Harmoni.

Mustaqim melanjutkan, saat ini sudah Rp4 miliar yang dianggarkan untuk mendanai pembangunan Perumnas KAGAMA.

Di sisi lain, Mustaqim menyatakan bahwa melalui proyek ini KAGAMA Kediri mempunyai visi sebagai pelopur pengurus cabang, dengan kegiatan yang bisa membantu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Yakni melalui program nyata yang bisa mengubah tatanan sosial menjadi lebih baik untuk kemakmuran masyarakat.

Baca juga: Hadapi Tekanan Selama Pandemi, Industri Rumah Sakit Perlu Berbenah