Startup Jadi Pilihan Fathin Naufal untuk Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

476

Baca juga: Meskipun Bekerja di Tempat yang Bukan Bidangnya, Rifdan Tak Menganggapnya sebagai Kendala

Naufal percaya, kelompok masyarakat yang dipercaya bisa membawa perubahan adalah pemuda. Banyak orang menyebut mereka sebagai agent of change.

“Di era 4.0 lagi-lagi anak muda juga yang memberikan perubahan. Ada CEO Ruangguru, Belva Devara, mantan CEO Gojek yang sekarang menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim.”

“CEO Kitabisa.com, Muhammad Alfatih Timur, yang berperan besar dalam menghidupkan industri digital di Indonesia. Mereka menginspirasi banyak anak muda lain untuk ikut membangun startup,” ujarnya.

Naufal menuturkan, Indonesia akan menghadapi bonus demografi, tepatnya jelang memasuki usia emasnya pada 2045 mendatang.

Untuk itu, sudah seharusnya bonus demografi ini menjadi momen bagi banyaknya perubahan yang muncul untuk menyelesaikan masalah di Indonesia.

Baca juga: Mekanisasi Pertanian Bukan Sekadar Mengganti Cara Manual dalam Bertani

Seperti yang dilakukan Naufal pada 2017 lalu, dia mendirikan Gifood. Sebuah platform yng menghubungkan orang-orang yang memiliki makanan berlebih untuk diberikan kepada mereka yang membutuhkannya.

“Dari hasil penelusuran kami, Indonesia merupakan negara ke dua di dunia yang paling banyak membuang makanan kala itu. Padahal masih banyak orang yang butuh makan.”

“Orang-orang kelaparan bukan berarti tidak punya makanan, sebagian di antara mereka ada yang tidak punya akses untuk mendapatkan makanan. Sementara itu, isu stunting juga masih menjadi persoalan,” ungkapnya.

Ketika itu, Gifood hanya menggunakan media sosial LINE untuk menjalankan berbagai kegiatannya.

Barulah kemudian berkembang menjadi sebuah platform yang lebih advance dalam bentuk aplikasi.

Baca juga: Mimpi Besar Bupati Petrus Kasihiw terhadap 3 Potensi Biota Mangrove di Teluk Bintuni