Pengurus KAGAMA Jateng Ini Jelaskan Nilai-nilai Kewarganegaraan dalam Olahraga Lempar Pisau dan Kapak

456

Baca juga: Ukuran Keberhasilan Berbisnis Menurut Pemilik Usaha Kuliner Baceman Ninago

Noor menerangkan, orang yang membawa pisau lempar harus memiliki komitmen diri. Yakni apa yang dia lakukan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai.

Nilai-nilai itu seperti ketuhanan yang menangkal diri dari niat berbuat jahat, dan kepatuhan untuk menggunakannya dengan bertanggung jawab (hanya untuk berolahraga).

Meski begitu, saat awal memelopori Program Karakter Lempar Pisau dan Kapak di Padepokan Karakter PKN UNNES, Noor mengaku orang-orang bingung ketika melihat mahasiswa membawa pisau ke kampus.

“Lama kelamaan (mengerti) setelah dijelaskan melalui mahasiswa, kepada bapak ibu dosen, ada etikanya, dan saya tunjukkan komunitas tingkat nasional dan internasionalnya,” katanya.

Koordinator Subbidang Penguatan Organisasi Pengda KAGAMA Jateng ini juga percaya pisau dan kapak bisa jadi alat penyatu.

Baca juga: Mimpi Besar Bupati Petrus Kasihiw terhadap 3 Potensi Biota Mangrove di Teluk Bintuni

Sebab, Noor mendapat sahabat dari Amerika Serikat, dan berbagai negara di Eropa berkat benda yang satu ini, bukan karena pekerjaannya sebagai dosen.

Malah, profesinya sebagai dosen membuat olahraga lempar pisau dan kapak jadi populer di UNNES.

Apalagi, Noor juga ditugasi sebagai Ketua Gugus Depan Ambalan Racana Wijaya – Tunggawijaya UNNES.

Awalnya, olahraga ini masuk ke Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melalui workshop dalam mata kuliah Organisasi dan Kepemimpinan Ilmu Politik.

Noor lantas menjelaskan nilai kepemimpinan yang dapat diambil dari olahraga lempar pisau dan kapak.

Baca juga: Makanan yang Baik Dikonsumsi agar Jantung Tetap Sehat di Masa Pandemi