Mimpi Besar Aktivis KAGAMA Gelanggang Demi Sejahterakan Petani Lokal

139

Baca juga: Meskipun Bekerja di Tempat yang Bukan Bidangnya, Rifdan Tak Menganggapnya sebagai Kendala

Selain itu, beberapa rekannya juga mendorong agar Genduli dijadikan semacam startup agrotech.

Strateginya adalah social commons, yang bertujuan untuk membuat seluruh orang yang terlibat dalam rantai suplai pertanian memperoleh manfaat.

Petani senang karena produknya terjual, sedangkan masyarakat terbantu dengan mendapat sayur segar.

Masyarakat juga tidak perlu ke tempat-tempat umum yang mendukung langkah social distancing.

“Sekarang masih on progress membuat aplikasi. Kebetulan juga saat ini saya diajak Mbak Yenny Wahid (putri kedua Gus Dur) dalam program Wadah Pangan,” tutur Iqbal.

Baca juga: Mekanisasi Pertanian Bukan Sekadar Mengganti Cara Manual dalam Bertani

“Program yang sama tapi pengembangannya lebih besar daripada Genduli. Tidak hanya bicara sayur segarnya, tapi juga pengolahannya menjadi makanan siap saji, olahan bubuk, olahan frozen food,” tandasnya.

Dari Genduli dan Wadah Pangan, Iqbal bermimpi memiliki database stok tiap komoditas yang perubahannya real time.

Dari data base itu, orang-orang bisa tahu berapa lahan yang ada di suatu lokasi, punya siap saja, komoditas yang ditanam apa saja, dan kapan panennya.

Dengan begitu, kestabilan harga bisa tercapai karena tidak terjadi penumpukan atau kekurangan stok di lokasi-lokasi tertentu.

Baca juga: Ukuran Keberhasilan Berbisnis Menurut Pemilik Usaha Kuliner Baceman Ninago

“Misalnya kita akan tahu tomat di Kecamatan Selo (Boyolali) akan panen 10 hari lagi sejumlah sekian ton,” kata Iqbal.

“Ternyata di Klaten kebutuhan tomat kurang, sedangkan di Selo over produksi. Maka, mimpi saya, yang over produksi bisa digeser ke tempat yang lain untuk saling mengisi.”

“Jika databasenya saling terintegrasi dan real time. Petani pun akan nyaman karena harganya yang menentukan mereka sendiri. Pemerintah mungkin bisa memproteksi dengan mematok harga setiap komoditas pada awal,” pungkasnya. (Ts/-Th)

Baca juga: Mimpi Besar Bupati Petrus Kasihiw terhadap 3 Potensi Biota Mangrove di Teluk Bintuni