Kata Alumnus: Ilmu Biologi Punya Peran Penting dalam Pembuatan Kebijakan Pembangunan

428

Baca juga: Falsafah Hidup Mengalir adalah Kunci Dedy Permadi Jadi Staf Khusus Kementerian Kominfo

Pemerintahan tidak tunduk pada teori alam semesta yang disebut fisika, melainkan teori kehidupan organik yaitu biologi.

Ke depannaya dalam konteks pembangunan, kata Hakam, biologi menjadi faktor penting.

Hal tersebut sudah mulai tampak dalam tujuan pembangunan berkelanjutan negara yang memuat aspek kehidupan (biologi).

“Kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya mejadi salah satu komponen pembangunan yang akan ditingkatkan kualitasnya, baik kesejahteraannya, kesehatannya.”

“Tentu biologi menjadi satu pintu untuk dijadikan pijakan atau basis ilmu pengetahuan untuk pengambilan kebijakan,” ujar pria asal Pekalongan, Jawa Tengah ini.

Baca juga: Menu Makanan Khas Ndeso Warung Kopi Klotok Bikin Antrean Mengular

Hakam menelusuri beberapa penelitian yang mencoba melihat hubungan antara otak dengan pemikiran, perilaku, orientasi, dan sikap politik.

Penelitian yang dilakukan oleh Kanai dan Amodio, kata Hakam, menunjukkan bahwa ada hubungan antara orientasi politik dengan struktur otak pada orang dewasa muda.

Seperti orang yang berpandangan liberal memiliki citra abu-abu dan aktivitas cingulate gyrus.

Sedangkan kaum konservatif bisa dilihat dari volume amygdala kanan pada otak yang meningkat.

Demikian juga dalam konteks hari ini, khususnya dalam situasi pandemi Covid-19.

Hakam berujar, Biologi memiliki banyak peran dalam proses pembuatan kebijakan kesehatan dan berbagai upaya penanggulangan virus dan penyakit ini. Lembaga Biologi Molekuler kini menjadi leading sector.

Baca juga: Pakar Silvikultur UGM: Pinus Merkusii Bernilai Ekonomi Tinggi