Digemari Masyarakat Kalteng, Begini Peluang Usaha dan Tantangan Budidaya Ikan Papuyu

1611

Baca juga: Pakar Silvikultur UGM: Pinus Merkusii Bernilai Ekonomi Tinggi

Benih kemudian ditampung untuk dilakukan sortasi (pemilahan). Setelah itu, ikan hasil panen dikemas dan didistribusikan.

Benih ikan papuyu, kata Rahmat, dapat dibudidayakan selayaknya jenis ikan konsumsi pada umumnya.

Karena saat ini benih ikan papuyu lebih adaptif, mortalitas rendah, dan stok benih terkontrol.

“Meskipun demikian masih ada sejumlah permasalahan yang dihadapi. Secara ukuran panen, hasil budidaya ikan papuyu belum memuaskan.”

“Dengan usia yang sama, ikan papuyu betina lebih cepat tumbuh dibandingkan yang jantan. Pertumbuhan bobot mutlaknya lebih cepat 8 persen dibandingkan yang jantan.”

Baca juga: Masa Mahasiswa Ketua IGEGAMA Sibuk Jadi Mapala Hingga Atlet Gantole

“Tetapi, porsi daging lebih banyak ikan papuyu jantan dibandingkan betina,” jelasnya.

Terdapat dua potensi yang bisa dikembangkan dalam budidaya ikan papuyu, yakni budidaya tunggal kelamin (monoseks) dan produksi monoseks betina.

Budidaya monoseks bisa dilakukan dengan sortasi manual, dalam hal ini benih disortir dari awal, bisa juga melalui rekayasa hormonal.

“Rekayasa hormonal dilakukan dengan ginogenesis, feminisasi, atau membuat jantan fungsional.”

Baca juga: Dirjen Wikan Sakarinto Mengapresiasi Kerja Sama Jawa Tengah dengan Kawasan Industri Kendal

“Jantan fungsional lebih aman, karena benih sebarnya dari induk bukan perlakuan hormon langsung,” jelas lulusan Institut Pertanian Bogor ini.

Rahmat menuturkan, harga ikan konsumsi ini sangat ekonomis.

Dia menyarankan agar petani melakukan budidaya monoseks betina pada ikan papuyu, karena strategi ini mendorong benih ikan menjadi cepat tumbuh.

“Caranya dengan membuat jantan fungsional secara massal,” pungkasnya. (Kn/-Th)

Baca juga: Ganjar Pranowo Dukung SDM Siap Kerja di Kawasan Industri Kendal