Digemari Masyarakat Kalteng, Begini Peluang Usaha dan Tantangan Budidaya Ikan Papuyu

1611

Baca juga: Berkat Jalur Penerbangan, Bupati Willem Wandik Akui Harga Barang di Puncak Bisa Turun

Sedangkan ikan papuyu betina, mereka memiliki tubuh yang lebih lebar, serta perutnya lebih mengembang dan teksturnya lunak jika disentuh.

Setelah melakukan pemilahan, para petani harus melakukan penyuntikkan hormon berdosis 0,5 ml/kg berat induk secara instramuscular.

Pria kelahiran 1981 itu menjelaskan, dalam waktu 8 jam kemudian, biasanya ikan papuyu sudah bertelur, 16-18 jam setelahnya akan menetas. Baru kemudian dilakukan pemijahan ikan papuyu jantan dan betina.

Khusus ikan papuyu betina yang sudah bertelur langsung dipindahkan ke tempat lain yang terpisah dari telurnya.

Inkubasi telur akan berlangsung selama 20-24 jam, dengan derajat penetasan lebih dari 95 persen.

Baca juga: Falsafah Hidup Mengalir adalah Kunci Dedy Permadi Jadi Staf Khusus Kementerian Kominfo

“Setalah menjadi larva, ikan papuyu memiliki cadangan makanan kuning telur selama 2-3 hari. Kemudian masa kritis larva berumur 3-5 hari.”

“Setelah menetas, larva kita tebar di kolam yang sudah dipersiapkan tadi setelah pemupukan. Penebaran baik dilakukan jika larva sudah berumur 3 hari.”

“Pendederan ini dilangsungkan selama 21-30 hari dengan padat tebar larva sebanyak 100-200 ekor/m kubik, yang menggunakan pakan pelet sebesar 5-10 persen dengan frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari.”

“Ukuran benih yang kita panen panjangnya 1-5 cm dan SR 51,16 – 72,90 persen,” tutur alumnus prodi Budidaya Perikanan UGM ini.

Rahmat menjelaskan, langkah berikutnya petani memasuki tahap panen benih, yakni dengan dijaring secara bertahap, lalu dipisah dengan kotorannya.

Baca juga: Menu Makanan Khas Ndeso Warung Kopi Klotok Bikin Antrean Mengular