Jumlah Kasus Corona di Indonesia Semakin Tinggi, Mengapa?

164

Baca juga: Resmi Dilantik Jadi Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Prof. Nizam Ingin Wujudkan 3 Kunci

“Masyarakat kerap mencontoh dan meniru apa yang dilakukan oleh pejabat, artis, dan figur publik lainnya dalam melakukan protokol kesehatan.”

“Selain itu, masyarakat kurang paham karena pemerintah tak menjelaskan dengan detail dan memberikan contoh yang baik. Misalnya soal new normal yang terkesan tak didesain dengan baik, padahal akademisi dan ahli sudah memberikan edukasi,” imbuhnya.

Selain itu, ketidakpahaman dan ketidakpatuhan masyarakat juga menjadi penyebab lain tingginya kasus pandemi virus corona.

Di sisi lain, fasilitas umum kurang siap dalam memberlakukan pembatasan.

Beberapa pihak lain yang tidak siap dengan pembatasan ini, antara lain sektor bisnis menengah dan kecil, seperti warung, angkringan, dan lain-lain.

Baca juga: Strategi Petrus Kasihiw Jadikan Teluk Bintuni Kabupaten Berzona Hijau di Indonesia

Perlu pula sanksi yang tak pandang bulu siapapun pelanggarnya, supaya kebijakan bisa dijalankan dengan baik.

“Pembatasan sebaiknya dilakukan hanya pada tempat yang kasusnya tidak terkontraol, seperti Surabaya.”

“Meskipun demikian, tak harus dengan skala satu kota, cukup dengan pemetaan wilayah berisiko tinggi di tempat tersebut,” tandasnya. (Ez/-Th)

Baca juga: Komika Alumnus UGM Ini Terus Berkarya di Masa Pandemi