Begini Kiprah Alumnus Filsafat UGM yang Berkarier di Dunia Sepak Bola

453
Menariknya, lulusan Fakultas Filsafat UGM tahun 2015 ini selama mencari kerja hampir tidak pernah memanfaatkan ijazahnya. Foto: Ist
Menariknya, lulusan Fakultas Filsafat UGM tahun 2015 ini selama mencari kerja hampir tidak pernah memanfaatkan ijazahnya. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Membayangkan gambaran masa depan setelah lulus membuat Muhammad Ulil Absor bingung.

Seperti orang-orang pada umumnya, setelah lulus dari Fakultas Filsafat UGM tahun 2015, dia masih meraba tentang pilihan pekerjaan yang tepat baginya.

Dia kemudian menyadari selama ini menyukai segala hal tentang olahraga sepak bola, termasuk permainannya secara praktikal.

Begitu mendapatkan pencerahan tersebut, Ulil langsung menghubungi beberapa relasinya yang bekerja di bidang olahraga sepak bola.

“Saya kemudian mendapat tawaran di sebuah Sekolah Sepak Bola (SSB). Agak minder, karena di sana saya satu-satunya lulusan UGM.”

Baca juga: Ketua KAFEGAMA Ungkap 5 Langkah Penting Atasi Dampak Covid-19 di Dunia Usaha dan Perbankan

“Apalagi ada pelatih lain yang datang dari kampus yang menyediakan jurusan khusus olahraga,” tuturnya.

Ulil membabar pengalaman hidupnya acara sharing alumni yang bertajuk Philosoccer: Kala Filsafat Menyergap Sepakbola, yang digelar KAGAMA Filsafat, pada Sabtu (18/07/2020) secara daring.

Walaupun demikian, Ulil tetap optimis menjalankan pekerjaannya. Pengalaman pertamanya bekerja di dunia sepakbola ini membawa dia semakin jauh mengarungi dunia tersebut.

Setelah merasa cukup dengan pengalamannya sebagai pelatih di SSB, Ulil merambah ke profesi lain di bidang yang sama.

Yakni di PT LIGA Indonesia sebagai salah satu tim statistik pada 2017.

Baca juga: KAGAMA Balikpapan Gagas Produk Sambal Bahari Khas Balikpapan