Direktur Microsoft Indonesia Alumnus Filsafat UGM Berbagi Resep Meniti Karier bagi Mahasiswa

7610

Baca juga: Inklusifitas dan Literasi Masyarakat Jadi Kunci Agar Perbankan Syariah Tetap Eksis

Selain itu, dia juga punya tugas mememastikan perusahaan agar patuh terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia.

Ajar, yang mengawali kariernya sebagai jurnalis, menilai, ada beberapa nilai plus bekerja di perusahaan multinasional.

“Mengapa saya memilih perusahaan global? Sebab, misi Microsoft sangat filosofis, yakni memberdayakan setiap orang dan organisasi di seluruh dunia untuk mencapai lebih banyak hal,” tutur Ajar.

“Di perusahaan global, orang-orang dianggap secara equal (sama). Mereka memiliki standar untuk bisa dimasuki oleh semua orang,” jelasnya.

Apa yang dinyatakan Ajar tentang equality di perusahaan berkenaan dengan hal yang dia pelajari di Filsafat UGM, yakni keragaman (diversity).

Baca juga: KAGAMA Jatim Perkuat Jejaring Alumni untuk Membantu Masyarakat

Suasana hidup di Yogyakarta juga menjadikan Ajar mampu berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai latar belakang budaya.

Itulah hal yang menurutnya membuat lulusan Filsafat UGM mampu bertarung di perusahaan global.

Lebih jauh lagi, Filsafat juga mengajari Ajar untuk berpikir secara terstruktur, logis, dan penuh analisis.

Produk pikiran itu kemudian diterjemahkan dengan bahasa yang sederhana dan efisien dalam penyampaian.

“Kita punya value added dalam menganalisis masalah dan menawarkan alternatif solusi,” tutur Ajar.

Baca juga: Bupati Alumnus UGM Ini Fokus Tangani Karhutla di Tengan Pandemi Covid-19