Jaga Ketahanan Pangan, Menteri Basuki Siap Garap Lumbung Padi Pertama di Indonesia

65

Baca juga: Aksi Nyata KAGAMA Sumsel Bantu Warga Terdampak Covid-19 di Palembang

Dengan sistem pertanian yang modern, pihaknya optimis bisa menekan hasil produksi beras, dari yang tadinya hanya 2-2,9 ton beras per hektar, menjadi 4-5 ton beras per hektar.

Kemudian yang tak kalah penting produknya langsung menjangkau pasar.

Menteri Basuki menerangkan, Kementerian PUPR tidak hanya menggandeng Kementerian Pertanian, tetapi juga Kementerian Pertahanan, Kementerian Desa, Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), dan Kementerian BUMN untuk penggarapan lumbung pangan ini.

“Sesuai dengan perintah Presiden, lumbung pangan yang digarap nanti akan menjadi lumbung pangan yang modern, sehingga membutuhkan pekerja yang terampil dalam penggarapannya,” jelasnya.

Baca juga: Mengenal KAGAMA Kemenko Bidang Perekonomian “KAGAMA Virtual Ekon”

Alumnus Teknik Geologi UGM ini mengatakan, Kemenhan nantinya akan menyalurkan bantuan tenaga kerja dengan dibantu oleh Kemendesa, yang bertugas mengelola wilayah dan penduduk yang bertransmigrasi.

Sementara untuk penyediaan pupuk garapan petani, akan menjadi tanggung jawab Kementerian BUMN.

Hasil panen nantinya bukan berupa gabah, tetapi berupa paket siap jual di pasar, sehingga ada penambahan nilai dari hasil produksinya.

“Dengan ini, dapat dipastikan petani bisa menikmati hasil kerja kerasnya,” imbuh Menteri Basuki. (Kn/-Th)

Baca juga: Adiswara Gadjah Mada Luncurkan Official Audio-Video Hymne Gadjah Mada Versi KAGAMA