Strategi Saptuari Sugiharto Mempertahankan Bisnis Kuliner di Masa Pandemi

2279
Alumnus UGM yang kini menekuni dunia usaha, Saptuari Sugiharto, membabar strategi mempertahankan bisnis di masa pandemi. Foto: Taufiq Hakim
Alumnus UGM yang kini menekuni dunia usaha, Saptuari Sugiharto, membabar strategi mempertahankan bisnis di masa pandemi. Foto: Taufiq Hakim

KAGAMA.CO, KALTIM – Ancaman pandemi Covid-19 begitu dirasakan oleh para pelaku bisnis. Tak terkecuali founder usaha percetakan Kedai Digital, Saptuari Sugiharto.

Selain Kedai Digital, dirinya juga telah membuka sejumlah usaha di bidang lain, di antaranya Jogist Hijrah Shop dan rumah makan Tengkleng Hohah.

Namun, masa pandemi ini membuat Saptuari harus memutar otak agar bisnisnya bertahan. Sebanyak 17 karyawan, 15 supplier, dan 2 tukang parkir bergantung padanya.

“Kalau warungnya tutup, mereka bingung mau dapat makan dari mana. Para supplier ordernya juga sudah menipis.”

“Kondisi sekarang, memberikan pilihan pada pengusaha. Apakah kita memilih istirahat atau lanjut terus?” ujar Saptuari.

Baca juga: Era Normal Baru di Mata Guru Besar FK-KMK UGM

Kisahnya itu dia curahkan dalam acara Ngobrol Santai Ala Bulaksumur bertajuk Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Indonesia Era New Normal, yang digelar oleh KAGAMA Kaltim, pada Minggu (31/05/2020), secara daring.

Alumnus Fakultas Geografi UGM ini pun tak menyerah. Dia percaya akan adanya jalan keluar, setelah melihat sebagian perusahaan yang masih bisa memberikan gaji utuh kepada karyawannya.

Saptuari kemudian mengeluarkan strategi penjualan baru di masa pandemi ini untuk bisnis Tengkleng Hohah-nya.

Supaya jumlah penjualan tetap bertahan, dirinya memasarkan tengkleng hingga keluar kota. Karena tengkleng tak bisa bertahan lebih dari 24 jam, Saptuari mengubahnya menjadi makanan beku (frozen food).

“Kami melakukan eksperimen berkali-kali supaya tengkleng bisa aman dipasarkan ke luar kota. Di percobaan ke-9 dan 10 baru kami berhasil, tengkleng bisa bertahan hingga 3 hari,” ujarnya.

Baca juga: Lampaui 572 Universitas, UGM Nomor Satu di Indonesia