Masa Depannya Diragukan Sang Ibu, Ketua KAGAMA Balikpapan Ini Reguk Sukses Berkat Filsafat UGM

3607

Baca juga: Kepala Museum Biologi UGM dan Balar Jogja Temukan 839 Fragmen Fosil Fauna Prasejarah di Gunung Kidul

“Iya, betul. Bahkan yang pernah membuat hatiku sangat sakit (bukan sakit hati) adalah karena mamaku sendiri meragukan masa depanku,” tutur Bagus.

“Setiap kali marah selalu yang diujarkan kalimat sepert itu. Padahal, kalau malati ucapannya bisa celaka juga aku ‘kan?” terang anak kedua dari empat bersaudara ini.

Omongan sang ibu seolah menjadi ‘bahan bakar’ bagi Bagus untuk meninggalkan Jogja.

Tujuan utama dia hanyalah satu, ‘lari’ dari rumah. Dia pun merantau ke Kalimantan Timur untuk bekerja di lembaga pendidikan Bahasa Indonesia.

Pria yang menikahi Martanti Sri Widowati (alumnus Diploma Ekonomi UGM) ini kemudian pindah ke perusahaan tambang batu bara di Sangatta, Kaltim.

Di sana, Bagus bertugas sebagai instruktur alias trainer.

Suatu hari, dia bertemu dengan mantan muridnya sewaktu mengajar di lembaga pendidikan Bahasa Indonesia.

Bersama sang istri raih emas, perunggu dan perak dalam kejuaraan di Bali 2018 lalu. Foto: Dok Pri
Bersama sang istri raih emas, perunggu dan perak dalam kejuaraan di Bali 2018 lalu. Foto: Dok Pri

Baca juga: Pengurus KAGAMA FILSAFAT Masa Bakti 2019-2024 Resmi Ditetapkan, Berikut Susunannya

“Namanya Douglas Robinson, seorang Manager Coal Terminal yang sangat baik,” kata Bagus.

“Dia sekeluarga memang punya kepribadian yang sangat baik dan positif,” tambahnya.

Muridnya yang merupakan ekspatriat itu lantas menawari Bagus sebuah pekerjaan menarik yang mungkin tak ada hubungannya dengan Filsafat.

“Pak Bagus, apakah Anda mau menjadi seorang safety?”, kata Bagus menirukan muridnya dengan bahasa Indonesia yang sudah fasih.

Bagus nyatanya menerima tawaran kerja sebagai petugas safety.

Langkahnya untuk berputar haluan bekerja di bidang itu semakin terpacu karena insiden yang merenggut nyawa sang sahabat.

“Aku ingat ketika berangkat kerja ke Sangatta sahabat baikku sejak TK hingga kuliah baru saja meninggal karena kecelakaan kerja,” kata Bagus.

Baca juga: Alumnus Teknik Sipil Angkatan 1981 Ini Resmi Dilantik sebagai Dirjen Sumber Daya Air