Sejarawan UGM Kisahkan Pencarian Keris Pangeran Diponegoro yang Tersasar di Belanda

4342
Sejarawan UGM, Dr. Sri Margana, menceritakan kronologi pencarian keris Pangeran Diponegoro yang ada di Belanda. Foto: Ist
Sejarawan UGM, Dr. Sri Margana, menceritakan kronologi pencarian keris Pangeran Diponegoro yang ada di Belanda. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Selasa (3/3/2020) Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, menerima sebilah keris milik Pangeran Diponegoro.

Senjata Pangeran Diponegoro bernama Keris Naga Siluman itu diserahkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Ingrid van Engelshoven, kepada Dubes Agung di kantor Kedutaan Besar Republik di Den Haag.

Upaya yang panjang nyatanya mengiringi proses pencarian keris bersejarah tersebut.

Hal itu sebagaimana dituturkan sejarawan UGM, Dr. Sri Margana.

Margana adalah anggota Tim Verivikasi Keris Pangeran Diponegoro.

Potret keris Pangeran Diponegoro, Kyai Naga Siluman. Foto: Ist
Potret keris Pangeran Diponegoro, Kyai Naga Siluman. Foto: Ist

Baca juga: PP KAGAMA Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Bersatu Menghadapi Corona

Kepada Kagama, Margana mengatakan bahwa Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda, telah lama berupaya mencari keris Pangeran Diponegoro.

Museum Volkenkunde menjadikan si keris sebagai koleksinya sejak 1884.

“Orang pertama yang melakukan upaya ini adalah Pieter Pott, kurator museum yang dan kemudian menjadi direktur museum,” kata Margana.

“Kemudian diikuti oleh Prof. Susan Legene dari Frije Universiteit Amsterdam, Johanna Leifeldt (1917) dan Tom Quist (2019),” terangnya.

Pria kelahiran Klaten ini menambahkan, penelitian dari keempat peneliti yang dia sebut menyatakan bahwa ada tiga keris yang diduga milik Pangeran Dipenegoro.

Baca juga: KBRI Den Haag Pulangkan Keris Pangeran Diponegoro yang Ada di Belanda