Dr. Deendarlianto Suka Dengarkan Musik Thrash Metal Saat Banyak Masalah

2802

Baca juga: Upaya Alumnus UGM Sejahterakan Masyarakat Bengkulu Lewat Kopi

Menurutnya, dulu dosen adalah satu-satunya sumber ilmu bagi mahasiswa.

Akan tetapi, kini dalam satu menit saja mahasiswa bisa mengakses ilmu lebih banyak ketimbang yang dimiliki dosennya.

Maka demikian, dia punya pendekatan lain untuk mahasiswa masa kini.

“Karena itu dosen harus fleksibel. Bagi Saya, dosen kini lebih berfungsi sebagai motivator dan teladan,” ujar penggemar Metallica ini.

Sementara itu, sejak 2 Januari 2013, Deen mendapat tugas ganda sebagai kepala Pusat Studi Energi UGM.

Oleh sebab itu, kegiatannya cukup padat sejak tiba di kampus pada pagi hari.

Dia mesti wira-wiri mengajar, membimbing mahasiswa, dan mengurus Pusat Studi Energi mulai pukul 09.00 sampai 16.00 WIB.

Baca juga: Dongkrak Akselerasi Pembangunan, Pemkab Kutim Bakal Penuhi Dokter Spesialis dari UGM

Meski begitu, Deen punya tiga waktu metime yang dipergunakannya untuk menyiapkan bahan kuliah, memperdalam bahan kuliah, atau menulis paper.

Yakni pukul 07.00-09.00, 12.00-13.00, dan 16.00-17.00 WIB. Waktu-waktu itu pun dipakainya untuk mendengarkan tiga aliran musik favorit, yakni klasik, jazz, dan thrash metal.

Jenis musik ini merupakan  sebuah ekstrem metal bagian dari genre heavy metal yang memiliki ciri tempo yang cepat dan agresif.

“Kalau sedang menulis ya musiknya klasik, seperti Beethoven dan Vivaldi,” ucap Deen.

“Tapi kalau pikiran Saya sedang banyak masalah ya thrash metal, semua orang di PSE tahu itu,” kata pria yang juga anggota Dewan Riset Nasional ini, sambil tertawa. (Tsalis/ ed. Taufiq)

Baca juga: Ketua KAGAMA Kaltim Ini Rela Lepas Status PNS Dokter Gara-gara Baca Buku