Tanggap Bencana Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Dirikan Posko Terpadu

81
Posko terpadu diwujudkan sebagai bukti pemerintah sigap dalam mengantisipasi bencana. Foto: Jatengprov
Posko terpadu diwujudkan sebagai bukti pemerintah sigap dalam mengantisipasi bencana. Foto: Jatengprov

KAGAMA.CO, SEMARANG – Menghadapi cuaca ekstrem di bulan Januari 2020, Provinsi Jawa Tengah mendirikan posko Terpadu Siaga Banjir di Wisma Perdamaian, Semarang.

Didirikan pada Kamis (9/1/2020), posko ini bertujuan agar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dapat memperbarui data dan melihat kondisi terkini di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah soal bencana.

Penjabat Sekda Provinsi Jawa Tengah, Heru Setiadhie menjelaskan, posko terpadu diwujudkan sebagai bukti pemerintah sigap dalam mengantisipasi bencana.

Prinsip pendirian posko tersebut supaya data dan informasi soal kebencanaan dikomunikasikan kepada pemerintah kabupaten/kota, agar ada penanganan yang lebih cepat.

Langkah penanganan juga dapat cepat ditentukan, baik di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah atau secara kolektif.

Ganjar mengungkapkan bahwa posko ini merupakan permintaan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menilik kondisi cuaca ekstrem yang terjadi dalam dua bulan belakangan.

Baca juga: Waspadai Berbagai Penyakit yang Muncul Pasca Banjir

“Sebenarnya back-up harian  soal bencana ada di BPBD. Menilik kondisi dua bulan belakangan yang cukup ekstrem, Kami diminta siaga,” tutur Ganjar pada Kamis (9/1/2020) melansir laman resmi Provinsi Jateng.

Menilik data kondisi cuaca provinsi Jawa Tengah, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Kagama ini menerangkan bahwa ada sejumlah daerah yang diprediksi mengalami hujan ekstrem hingga 500 mm.

Informasi mengenai bencana dari posko-posko tersebut, kata Ganjar, nantinya akan diolah dan ditindaklanjuti, utamanya dengan berkomunikasi dengan Kabupaten dan Kota.

Komunikasi tersebut berkaitan dengan antisipasi ataupun penanganan terhadap bencana.

Posko tersebut diharapkan Ganjar dapat mengurangi risiko bencana, melakukan deteksi awal dan menindaklanjuti informasi yang ada agar bencana dapat segera diantisipasi.

“Meskipun tidak bisa presisi, tapi kita dapat mengantisipasi secara optimal. Juga bisa segera memberikan peringatan ke Kades, Camat dan Bupati,” pungkas Ganjar. (Ezra)

Baca juga: Hewan Kehilangan Habitatnya akibat Ulah Manusia