Sambut Warga Papua di Jogja, Pratikno: Keterbatasan adalah Guru Paling Sempurna

366

Baca juga: Dilema Pendidikan Papua

Diakuinya berbagai pencapaian tersebut merupakan ketidaksengajaan.

Ya itu tadi keterbatasan adalah guru paling sempurna. Jangan melihat keterbatasan sebagai hambatan. Kita bisa menang bersaing dan survive karena terbiasa dengan kesulitan,” ujar Pratikno.

Jangan Takut Bermimpi

Senada dengan yang disampaikan Pratikno, Yenny mengatakan semua orang jangan takut bermimpi.

Yenny mengimbau agar teman-teman Papua yang saat ini sedang belajar selalu ingat dengan mimpi-mimpinya.

“Saya dulu nangis tidak diterima di ITB. Tapi beberapa tahun kemudian bisa diterima di Harvard University. Jadi jangan takut bermimpi. Bermimpi itu gratis,” jelas Yenny.

Baca juga: Kagama Papua Barat Ajak Seluruh Alumni Bangun Tanah Papua

Dikatakan oleh Yenny, teman-teman dari Papua ini jagoan.

Mereka datang jauh dari kampung ke sini untuk belajar, berusaha mengenal dunia luar dan berinteraksi dengan hal-hal baru.

Baginya teman-teman Papua hebat, karena tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut.

Perlu Cara Damai untuk Mewujudkan Perubahan

Yenny kemudian bercerita soal diskriminasi kulit hitam oleh kulit putih di Amerika.

Penduduk kulit hitam melakukan aksi protes dengan damai.

Baca juga: Bandara YIA Rampung Akhir Tahun, Presiden Berharap Kunjungan Wisman ke DIY dan Sekitarnya Meningkat