Henri Suhardja Ajak UMKM Naik Kelas di Era Digital

860
Henri Suhardja, CEO platform marketplace Titipku.(Foto: titipku)
Henri Suhardja, CEO platform marketplace Titipku.(Foto: titipku)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Bisnis menjadi lahan pekerjaan yang saat ini banyak diminati anak muda. Perkembangan teknologi di era digital menjadi daya tarik anak muda untuk berkreasi di dunia usaha.

Henri Suhardja adalah satu dari sekian anak muda yang kini berkarier di dunia bisnis digital. Bukan karena tren berbisnis yang saat ini sedang digandrungi anak muda kebanyakan, berbisnis sudah menjadi passion-nya sejak lama.

Kedua orang tuanya yang juga seorang pengusaha menjadi inspirasi Henri untuk berkarier di bidang yang sama.

“Dulu awalnya karena emang biasa melihat orang tua buka usaha. Jadi ingin usaha juga,” ungkap pria lulusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) UGM ini.

Orang tuanya memberikan banyak gambaran kepada Henri tentang perjalanan sebuah bisnis. Meskipun sudah memiliki inspirasi dari orang terdekat, Henri terus banyak belajar dari orang lain yang berpengalaman.

“Aku dari SMA sering bolak-balik ke luar kota hanya untuk ngobrol sama pengusaha. Terus aku juga sering mengumpulkan rekaman-rekaman pembicaraan kami buat belajar,” jelas Henri.

Henri menekuni dunia bisnis sejak duduk di bangku SMA. Usaha yang ditekuni pun bermacam-macam, mulai dari usaha martabak, usaha jus buah keliling sampai membuka event organizer. Sejak itulah ia mulai memiliki penghasilan sendiri.

Perjalanan karier masih berlanjut hingga ia mulai memasuki perguruan tinggi. Henri sengaja memilih jurusan TPHP, karena menurutnya food technology adalah masa depan bisnis.

Kuliner merupakan ladang bisnis yang menjanjikan, mengingat kebutuhan orang akan makanan tidak akan pernah habis. Tentu saja diiringi dengan pengembangan dan inovasi.

Usaha yang sudah dirintis sejak SMA pun masih Henri lakoni hingga kuliah. Ia pun menambah pengalaman lagi dengan bergabung di suatu organisasi pengusaha. Meskipun semakin padat dengan kegiatan usahanya, Henri tetap berusaha menyelesaikan tanggungjawab kuliahnya.

Tak seperti orang lain kebanyakan, saat memasuki dunia mahasiswa, ia justru lebih fokus kuliah.

“Kuliah itu bentuk tanggung jawab kita ke orang tua. Selesaikan dulu kuliah, baru bisa fokus usaha,” jelas Henri kepada Kagama belum lama ini.

Di samping kuliah dan melanjutkan usaha, Henri juga cukup aktif di UKM Berkuda UGM dan Himpunan Mahasiswa TPHP UGM, meskipun tak aktif sebagai pengurus.

Agar semua kegiatan akademik dan non akademiknya berjalan lancar, Henri melakoni usahanya saat ada waktu luang dengan membuat usaha yang sifatnya ‘musiman’. Alhasil, dengan keberhasilannya membangun manajemen waktu, Henri bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu dengan predikat cumlaude.

Sudah rampung menyelesaikan tanggung jawab, bergegaslah Henri ke Jakarta dan menemui salah seorang alumni UGM yang berpengalaman di bidang usaha. Tercetuslah ide untuk membuat platform marketplace Titipku pada 2016.