Fesyen Urban Vintage Bisa Jadi Rekomendasi Model Bisnis

211
Tren fesyen saat ini merupakan hasil daur ulang dari gaya vintage.(Foto: pittsburghmagazine.com)
Tren fesyen saat ini merupakan hasil daur ulang dari gaya vintage.(Foto: pittsburghmagazine.com)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Fesyen merupakan salah satu sektor bisnis dan gaya hidup yang terdampak oleh pesatnya perkembangan industri. Adanya perkembangan ini kemudian mendorong sebagian masyarakat untuk sadar terhadap fesyen.

Tidak hanya itu, mereka juga kemudian mengikuti perkembangan trennya. Masyarakat terutama para pelaku usaha menjadikan ini sebagai fokus bisnis mereka.

Demikian pernyataan Adelia Maris dalam tesisnya yang berjudul Perancangan Model Bisnis Urban Vintage (2018). Adelia menulisnya untuk meraih gelar S2 di Magister Manajemen UGM.

“Pada dasarnya tren fesyen selalu berubah seiring dengan perkembangan zaman. Ada pun vintage merupakan salah satu tren gaya berpakaian yang tidak pernah lekang oleh waktu,” tulis Adelia.

Bahkan menurut temuan Adelia, sebuah penelitian lain menunjukkan bahwa tren fesyen saat ini merupakan hasil daur ulang dari gaya vintage.

Kebutuhan manusia akan pakaian tentu tak pernah habis. Begitu juga dengan tren pakaian yang semakin berkembang. Kini bisnis di sektor fesyen kian menjamur seiring dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat akan tren pakaian.

Urban Vintage menjadi salah satu model bisnis yang menjadi favorit para pelaku usaha kebanyakan.

Sebanyak 73 persen konsumen menyukai gaya berpakaian urban vintage. Artinya, urban vintage saat ini telah menjadi tren. Perlu diketahui bahwa vintage sendiri merupakan tren berpakaian yang identik dengan corak zaman dulu dan kuno.