Sejarawan UGM: Yogyakarta Benteng Perjuangan NKRI di Masa Revolusi

290
Fragmen Wayang Republik Berkolaborasi dengan Tetaer KAGAMA, membabar riwayat Djogja Kembali.(Foto: Dok. Taufiq)
Fragmen Wayang Republik Berkolaborasi dengan Tetaer KAGAMA, membabar riwayat Djogja Kembali.(Foto: Dok. Taufiq)

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA—Indonesia dapat berdiri kokoh sampai sekarang ini karena adanya peran dari para pejuang. Peran penting tersebut juga berawal dari kerajaan-kerajaan di daerah. Demikian disampaikan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi dalam Malam Tiratakan Djogja Kembali pada Jumat (29/06/2018).

Bertempat di Pendapa Wiyatapraja, acara ini diselenggarakan atas kerja sama Dewan Pendidikan DIY, Dewan Kebudayaan DIY, dengan Kawulo Djogja Istimewa dan Koseta Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Ini menjadi kesempatan kita bersama untuk mengurai, bercerita, dan berdiskusi agar kita semakin tahu, semakin cinta Indonesia,” ungkapnya.(Foto: Dok. Taufiq)
“Ini menjadi kesempatan kita bersama untuk mengurai, bercerita, dan berdiskusi agar kita semakin tahu, semakin cinta Indonesia,” ungkapnya.(Foto: Dok. Taufiq)

Melanjutkan sambutannya, GKR Mangkubumi menilai pentingnya acara ini sebagai upaya untuk mengingat kembali hari-hari penting di DIY dalam perjuangan revolusi kemerdekaan Indonesia. “Ini menjadi kesempatan kita bersama untuk mengurai, bercerita, dan berdiskusi agar kita semakin tahu, semakin cinta Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Mangkubumi, banyak sekali anak-anak muda yang berpikiran maju, hanya saja dalam membangun Indonesia kurang memperhatikan sejarah dan budaya sendiri. “Masih banyak juga yang belum paham tentang bagaimana peran DIY di kancah revolusi, inilah kesempatan kita bersama untuk saling mengisi, utamanya untuk membangun Indonesia supaya lebih baik,” pungkasnya.