2 Dosen Fakultas Peternakan Masuk Rekor MURI Usai Teliti Pakan Sapi Marker DNA

603

Baca juga: Filsafat UGM Membuat Widyasari Listyowulan Belajar untuk Tidak Menyerah

“Penemuan marker DNA ini bermanfaat untuk mempermudah para breeder ayam, di dalam memilih ayam-ayam yang akan dibudidayakan,” kata Dyah, yang lahir di Solo, 16 Juni 1970.

“Marker DNA ini sudah dipatenkan di lembaga paten di Korea Selatan (pada 2013),” doktor jebolan Chungnam National University tersebut.

Prestasi ukiran Ali Agus dan Dyah Maharani membuat Fakultas Peternakan UGM dua kali tercatat di MURI dalam setahun terakhir.

Pada November 2019, Fakultas Peternakan UGM memecahkan rekor konsumsi sate klathak terbanyak, yakni 10.011 tusuk, yang dinikmati 1969 tamu.

Rekor tersebut dipecahkan dalam rangka Lustrum ke-10 Fakultas Peternakan UGM.
 (Ts/-Th)

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Super Prioritas yang Jadi Fokus Dua Menteri KAGAMA