2 Dosen Fakultas Peternakan Masuk Rekor MURI Usai Teliti Pakan Sapi Marker DNA

608

Baca juga: Relawan Canthelan Alumnus Agribisnis UGM: Berbagi karena Kemauan, Bukan Kemampuan

Ali menjelaskan pembuatan Burger Pakan membutuhkan waktu fermentasi yang singkat, antara 24-72 jam saja.

Pria 54 tahun asal Blora ini pun yakin, pencernaan sapi yang mengonsumsi teknologi pakan temuannya akan semakin baik dalam mencerna nutrisi.

Sehingga, lanjut dia, hal itu berdampak pada kian cepatnya pertumbuhan sapi.

Adapun Dyah menerangkan, pola makan modern orang masa kini cenderung memicu peningkatan kadar kolesterol dalam darah.

Dalam hal ini LDL (low-density lipoprotein) kolesterol, atau populer disebut kolesterol jahat.

Dua peneliti sekaligus dosen Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ali Agus dan Dyah Maharani Ph.D, mencatatkan diri dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Foto: Ist
Dua peneliti sekaligus dosen Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ali Agus dan Dyah Maharani Ph.D, mencatatkan diri dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Foto: Ist

Baca juga: Alumnus Filsafat UGM Ungkap Sejarah Integrasi Sains dan Filsafat dalam Menghadapi Pandemi

Kondisi tersebut bisa menimbulkan penyakit degeneratif seperti jantung koroner, diabetes, dan darah tinggi.

Dyah meyakini, LDL kolesterol bisa turun dengan mengonsumsi daging ayam.

Sebab, daging ayam punya kandungan lemak tak jenuh alias asam lemak baik.

Namun, seorang peternak memerlukan alat untuk bisa menyeleksi ayam broiler mana yang berpotensi menghasilkan daging dengan kandungan lemak tak jenuh. Karena itu, Dyah melakukan penelitian mengenai marker DNA.

Marker DNA diaplikasikan pada gen SCD (Stearoyl-CoA Desaturase)—suatu gen pengode enzim yang terlibat dalam biosintesis asam lemak.

Baca juga: Kata Para Sahabat tentang Almarhumah Esti, Sesepuh KAGAMA Balikpapan yang Tegas dan Welas Asih