19 Tahun Jadi Jurnalis, Alumnus Sosiologi UGM Ini Merasa Terbantu dengan Ilmunya Selama Kuliah

286
Luki Aulia Mohtar membagi kisahnya selama kuliah di Kampus Kerakyatan, hingga meniti karier sebagai jurnalis. Foto: Ist
Luki Aulia Mohtar membagi kisahnya selama kuliah di Kampus Kerakyatan, hingga meniti karier sebagai jurnalis. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Gedung FISIPOL UGM terlihat begitu megah. Mahasiswa kini berkegiatan dengan semakin nyaman dan menyenangkan berkat fasilitas yang memadai.

Lain halnya dengan kampus FISIPOL tahun 1994. Mahasiswa belajar di gedung tua dengan fasilitas yang sederhana.

Hal ini dirasakan alumnus Departemen Sosiologi, Luki Aulia Mohtar. Meskipun FISIPOL UGM bertransformasi secara fisik, ada satu hal yang dirasa Luki hingga saat ini tak pernah berubah, khususnya di Departemen Sosiologi tempat dia belajar.

“Yang nggak berubah itu cara ngajar dosen-dosennya. Kata mereka apapun kegiatan kita, mahasiswa yang penting harus baca buku,” ungkapnya, melansir dari YouTube FISIPOL UGM.

Selain membaca buku, mahasiswa Sosiologi juga tetap harus mengikuti kuliah. Namun, dalam hal ini mahasiswa tidak hanya memenuhi presensi saja.

Baca juga: KAGAMA Balikpapan Panen Lele di Kampung Kenangan

Tetapi, kata Luki, mengusahakan adanya interaksi dengan dosen di kelas. Harapannya mahasiswa mendapatkan hal baru dari diskusi tersebut.

Di luar kegiatan akademik, Luki mengaku hobi nongkrong bersama teman di sebuah area berkumpul di FISIPOL UGM yang disebut plaza.

Di samping itu, di FISIPOL UGM juga ada sebuah sudut tempat berkumpulnya mahasiswa yang ingin mengimplementasikan ide-ide kreatif.

“Kampus memang sebaiknya menyediakan tempat khusus untuk mahasiswa yang nongkrong.”

“Nongkrong bukan berarti kita tidak bisa menghasilkan karya yang keren. Saya sering ke tempat itu, ada diskusi yang interaktif untuk menghasilkan sesuatu di sana. Momen ini yang dirindukan,” ujarnya.

Baca juga: Bupati Muda Mahendrawan Kembangkan Inovasi Kekayaan Lokal di Kubu Raya