182 Ribu Aparat Kepolisian akan Amankan Mudik Lebaran 2019

24
Dialog Teras Kita memberi solusi pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran di tahun 2019 ini bisa berjalan aman dan nyaman . Foto : Josep/KAGAMA
Dialog Teras Kita memberi solusi pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran di tahun 2019 ini bisa berjalan aman dan nyaman . Foto : Josep/KAGAMA

KAGAMA.CO, JAKARTA – Guna menjamin keamanan dan kelancaran mudik Lebaran di tahun 2019, pihak Kepolisian Indonesia akan mengerahkan 182.000 personilnya dalam Operasi Ketupat 2019.

Hal itu disampaikan Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorkantas) Irjen. Pol. Drs. Refdi Andri, M.Si. dalam acara dialog Teras Kita bertema Mudik Selamat, Guyub Rukun di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Menurutnya, kekuatan personil sebesar itu akan disebar, 60 persen di Pulau Jawa, 20 persen di Pulau Sumatera, dan 20 persen di wilayah Indonesia lainnya.

Selain itu, guna mengatur arus lalu lintas jalan tol Trans Jawa yang bakal melonjak pesat penggunanya maka pihak kepolisian akan memberlakukan kebijakan One Way.

Artinya, empat ruas jalan tol baik ke arah timur dan barat akan menjadi satu jalur.

“Kebijakan one way untuk mudik diberlakukan dari 30 Mei hingga 2 Juni 2019.”

“Lalu one way untuk arus balik diberlakukan pada 8 dan 9 Juni 2019,” ungkap Refdi.

Pemberlakuan one way dimulai dari jalan Tol Cikampek hingga Brebes Timur dan sebaliknya untuk arus balik.

Selain menggunakan jalur Tol Trans Jawa, dia meminta para pemudik menggunakan jalur alternatif lainnya seperti jalur Pantai Utara, dan jalur Tengah.

Sementara itu, Direktur PT Jasa Marga Desi Arryani menyatakan bahwa pengoperasian Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama (Cikarut) akan mulai dihentikan pada 23 Mei 2019.

Hal tersebut dilakukan oleh PT Jasa Marga sebagai upaya mengantisipasi kemacetan pada mudik Lebaran 2019 nanti.

“Rencananya mulai 23 Mei akan mulai tidak ada lagi transaksi. Pembongkaran belum dilakukan.”

“Hanya dipasang spanduk, bertuliskan jalan terus tidak ada transaksi,” kata Desi Arryani.

GT Cikarut yang berada di KM 29 akan direlokasi ke GT Cikampek Utama KM 70 dan GT Kalihurip Utama KM 67.

Dengan demikian arus kendaraan bisa terurai di dua GT tersebut dan meminimalisir kemacetan.

“Jasa Marga juga menyiapkan dan memperbaiki berbagai sarana di rest area untuk mengakomodasi para pemudik.”

“Kami mengingatkan pemudik juga apabila rest area penuh, mereka mesti tetap jalan ke rest area berikutnya dan tidak berhenti di bahu-bahu jalan karena bisa menimbulkan kemacetan,” tutur Desi.

Narasumber lainnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi memperkirakan bahwa jumlah pemudik dari wilayah Jabodetabek akan mencapai 14,9 juta orang, 2,7 juta dari wilayah Bandung sekitarnya, dan 600 ribu orang dari wilayah Banten.

“Saya meminta pemudik tidak memaksakan diri untuk mudik dengan menggunakan sepeda motor untuk mengurangi risiko kecelakaan.”

“Gunakan moda transportasi yang seperti bus dan kereta.”

“Kemenhub telah menyediakan transportasi mudik gratis dengan kapal laut, bus, serta kereta,”cetus Budi.

Kegiatan dialog Teras Kita merupakan kerja sama Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) dengan Harian Kompas.

Perhelatan kali merupakan yang 32 kalinya.

Di akhir acara, Menteri Perhubungan sekaligus Ketua Harian PP Kagama, Budi Karya Sumadi, memberikan closing statement.

“Presiden sudah berpesan tahun ini harus lebih baik sehingga semua jajaran terkait akan bekerja sama dan bekerja keras agar pelaksanaan mudik dan arus balik Lebaran bisa berjalan aman dan nyaman,” pungkas Menhub Budi Karya. (Jos)