10 Gebrakan Dirjen Ali Ghufron Mukti untuk Membangun SDM Indonesia

822
Dirjen Ghufron bakal membedol satu universitas di luar negeri yang dinilai punya kultur akademik matang dan dipindahkan ke Indonesia. Foto: Dok Pri
Dirjen Ghufron bakal membedol satu universitas di luar negeri yang dinilai punya kultur akademik matang dan dipindahkan ke Indonesia. Foto: Dok Pri

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) Kemenristekdikti, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D, memaparkan sedikitnya ada 10 program terobosan selama dia menjalankan tugasnya.

Dirjen Ghufron telah menjalankan amanah sebagai Ditjen SDID Kemenristekdikti sejak dilantik pada 2015.

Pengabdiannya di bidang kesehatan pun bergeser.

Dia yang dulu menjabat sebagai Plt. Menkes menggantikan Endang Rahayu, kini mesti melakukan terobosan guna meningkatkan sumber daya manusia dalam ranah Iptek dan pendidikan tinggi.

Saat ditemui KAGAMA belum lama ini, Dirjen Ghufron menjelaskan bahwa sedikitnya ada 10 program gebrakan baru yang sudah dilakukan maupun yang tengah digodok.

Baca juga: Kisah Kerbau Vaksin Dokter Sardjito Menembus Perang Revolusi Kemerdekaan

1. Rencana Induk Pengembangan SDM Indonesia Iptek Dikti

Pengembangan SDM di Indonesia hingga 2030 harus diseuaikan dengan kebutuhan pembangunan.

Dia memberi contoh sebagaimana fokus pemerintah belakangan ini, yakni ketika insinyur teknik sipil dan teknik arsitektur dibutuhkan untuk mendorong pembangunan infrastruktur.

Oleh karena itu, lanjut Dirjen Ghufron, sejak 2016 Direktorat Jenderal Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyusun peta kebutuhan SDM Indonesia sampai 2030 nanti.

Peta kebutuhan SDM tersebut disusun untuk seluruh bidang atau sektor.

Langkah ini dikatakan Dirjen Ghufron belum pernah dilakukan sebelumnya.

Baca juga: Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Timor Tengah Selatan Masih Tinggi, Mengapa?